Tak ada yang tahu, kalo putra daerah dari desa kecil ini [gueh] bisa menikmati padatnya ibukota, menginjak ratanya tanah Jakarta.
"Siapa sih yang g gembira?"
Pertanyaan itu sekilas muncul bersama 34 orang tretan - tretan [teman - temaku] yang di sana.
++++++++++++++++++++++++++++ INI MASIH UJI COBA +++++++++++++++++++++++++++

Tidak ada komentar:
Posting Komentar