Sabtu, 07 Desember 2013

"TULIP YANG BERSEMI"


#Ilustrasi
memiliki impian dan cita - cita itu asyik. Terlebih lagi jika impian tersebut terwujud.
hmmmmm,

pasti kawan - kawan kita banyak yang bilang

begini :
Si X : Ehm , Ehm, lapar!
[bilangnya sambil nglirik kita, colak colek pula]
Lain Si X, Lain pula Si Y :
Si Y : Eh, Selamat ya atas kesuksesannya.Seneng deh punya temen kaya kamu. Apalagi......hhe, ehem! 
[sambil mringis dan tatapan penuh harapan].

Yah begitulah kira - kira hidup yang bakalan kita jalani saat mimpi dan cita - cita kita terpenuhi kelak. Asyik bukan? [hahaha]
Teman - Teman di 'kampus perdjoeangan' sering bilang, "bermimpilah, mumpung bermimpi itu gratis". Benar memang perkataan itu, siapa coba yang g percaya? Awalnya sih g percaya boleh laaah.
Tapi jangan sampai meragukan kalimat bercetak miring barusan itu ya :). Rugi loh.... Kecuali teman - teman saya bilang gini, "Parkirlah, mumpung parkirnya gratis". Saya juga jelas - jelas meragukan pernyataan tersebut. Bagaimana tidak, di Indomaret aja yang ada tulisan begini : "PARKIR GRATIS", itu aja saya harus menyiapkan uang receh Rp 2000, - untuk "penjaga motor dadakan". [heyaa]

#Memaknai Mimpi
Orang yang menjalani kehidupannya secara biasa - biasa maka akan mendapatkan hal yang biasa pula. Biasanya siklus orang yang hidup seperti ini ya gini :
Anaknya Pun begitu, siklus hidupnya. Bahkan mungkin sampai cucu - cucunya kelak. Kalo ditarik silsilah ke atas lagi, mungkin buyut - buyut dia juga begitu mungkin yaa? :D [eh]
Beda dengan yang orang satu ini, dia punya visi [mimpi/cita - cita ke depan] :
orang yang seperti bakalan menjalani berbagai tantangan, batu ganjalan, bahkan tidak jarang mengalami kegagalan dalam usaha - usaha yang dilakukannya. Namun semua itu bakal jadi 'bingkai cerita' yang menarik untuk [setidaknya diceritakan buat anak cucu kelak] dan bahkan jika mungkin dapat memberikan inspirasi bagi banyak orang di sekitarnya.
Orang yang seperti itu bakal lebih besar berkesempatan untuk menjadi sebaik - baiknya orang.
Islam sendiri sudah mengingatkan kita , menyadarkan kita bahwa "Sebaik - baik manusia adalah yang paling {banyak} bermanfaat bagi sesamanya" [Al Hadist].
Di sini, cita - cita [mimpi] mempunyai semangat tersendiri. Dimana mimpi menjadi 'palang penunjuk arah' bagi kehidupannya.
Mimpi akan membuat seseorang lebih bergairah dalam menyongsong kehidupan. Mimpi pula membuat seseorang akan lebih menyadari bahwa ada sesuatu yang harus ia capai sebelum 'meniggalkan' dunia fana ini.
Tentunya mimpi tersebut adalah mimpi yang baik, yang membuat kita berkembang dengan baik, dan mengembangkan orang lain dengan baik pula. Jangan punya mimpi "Jadi Koruptor kelas Kakap" yah! :D
Bagi saya, mahasiswa, mempunyai mimpi tentu sangatlah penting. Dimana mimpi ini menjadi "cambukan" saat saya malas, "celetukan" saat saya [hampir] terjerumus pada kesombongan, dan "gula" saat saya merasakan pahitnya kehidupan. 
Dalam lingkup dunia kemahasiswaan [kaya BAAK di ITS aja -_-], mimpi terbesar bagi para mahasiswa adalah punya IPK[Indeks Prestasi Kumulatif] yang tinggi, Bahkan kalo bisa 4.01 sekalian. :D

Ya Wajarlah....., kalo mimpinya bukan IPK tertinggi pasti lah bukan mahasiswa!
Sing nggenah ae,  Lah ya masak mahasiswa punya impian nilai UN terbaik seluruh kampus!???

Bagi saya pun demikian, saya punya impian IPK tertinggi di [minimal angkatan] kampus saya. Namun kenyataan demikian, IPK saya stabil main nol koma di atas 3!
Namun semua itu patut disyukuri. :)
G boleh g syukur! Udah hidup, makan, ngirup udara, lirik sini sana gratis , sungguh kebangeten kalo g syukur! :D
Saya mempunyai mimpi lain yang jauh lebih besar selain IPK tersebut, salah satunya dengan melanjutkan studi di luar negeri, kalo G negeri sakura ya negeri kincir angin.
Doakan yaa teman - teman [:')]
Lalu mengapa kok melanjutkan studi ke sana? G CINTA PRODUK PRODUK INDONESIA YA? >:0. Dengan segala kerendahan hati saya ingin belajar ke sana untuk 'mencuri' ilmu dari negara yang telah menjajah negeri kita dulu. Dan mengembalikannya ke negeri Indonesia kita tercinta :). Biar kita lebih sukses daripada mereka, mengembangkan masyarakat Indonesia kita supaya seperti mereka yang notabene bukan Islam namun kepribadiannya Islam.

"merdu suara terbawa kesini
melihat Anda sedang di taman.
sungguh senang hati ini
melihat tulip bermekaran."

Amsterdam - 2014



Rabu, 04 Desember 2013

MATAHARI ITU.......

MATAHARI ITU..........

Sudah banyak orang meyakini bahwa matahari itu : 
1. Bentuknya bulat
2. Warnanya orange
3. Terbuat dari gas H2[Helium dan Hidrogren]
4. Pusat tata surya kita
5. Letaknya sekitar 15 juta km
6. Suhu permukaannya 6000 skala Celcius
7. Dan masiih banyak lagi definisi tentang matahari.

Sudah banyak orang pula meyakini jika matahari itu terbit dari timur dan terbenam di sebelah barat 
[ya iyalah Mas -_-, please deh], kecuali kiamat [hayo, percaya ga?? :D].

"Pandanglah dalam dirimu, sesungguhnya ada sesuatu yang belum kau munculkan yang hanya dirimu dan Penciptamu yang tahu" [1]

Kalimat bijak itu, muncul begitu saja dari mulut - mulut bersih yang selalu gosok gigi hanya tiap pagi. heheheh.
Sebenarnya, jika dilihat [lagi] dan direnungkan, kalimat tersebut memang mengandung makna tersirat. Bagaimana tidak, coba lihat lagi! 
Masih belum dapet maknanya?
Lihat lagi!
Masih belum dapet?
Wah, saya yakin, pasti Anda belum lihat KETIGA kali, hehehehehe. Well, ketahuilah bahwa sejatinya kita [saya, Anda] diciptakan Allah SWT dengan berbagai kelebihan dan kekurangan. Mengapa demikian?

"Kelebihan untuk membuat kita tidak rendah diri, dan kekurangan untuk membuat kita rendah hati"[2]

sudah dapat maksudnya kalimat [1] kan? :)
Kita manusia, makhluk yang dicipta paling sempurna oleh Yang Maha Kuasa. Dengan berbagai kelebihan [lebih uangnya, lebih tingginya, lebih berat badannya, eh, dan lebih lainnya] kita bisa menjadi individu yang membedakan kita dengan yang lainnya. Kita jauh lebih keren daripada teman lainnya, kita jauh lebih pintar daripada yang lainnya, kita jauh lebih kaya dengan yang lainnya. Sudah sepatutnya lah kita pandai - pandai bersyukur kepada - Nya. :)
Sekarang pertanyaannya, Bagaimana sih mensyukurinya?
Jawaban entengnya sih "Baca tuh hamdalah [Alhamdulillah] sebanyak - banyaknya..... :3 ". Well,  bolehlah demikian. Namun, apakah dengan membaca hamdalah lantas membuat syukur kita diterima? hehe
Jangan tanya saya, saya jelas tidak tahu, hehehehehehe (y)
Cara yang tepat mensyukuri kelebihan yang kita punya adalah dengan cara menggunakan kelebihan itu untuk berbuat baik kepada sesama. Yang jelas, kalo mau amal perbuatan kita diterima Allah, ya niatkan untuk Allah, atau berjuang karena-Nya :).
Jangan lupa, karena kita manusia pula, kita masih punya kekurangan. Seganteng - gantengnya kita pasti ada kurangnya [misal kurang tinggi kaya saya :D], sekaya kayanya kita pasti masih mempunyai kekurangan [misal kurang mobilnya, eh]. Sepandai - pandainya kita, pasti juga mempunyai kekurangan [misal, kurang gemuk eh]. Semua kekurangan tersebut adalah tidak lain untuk membuat manusia tidak menyombongkan dirinya dengan kelebihan yang ia punya. Masih banyak manusia - manusia lain yang lebih baik daripadanya. Maka dari itu, sudah sepatutnya lah kita menyadari bahwa kita sebenarnya ini manusia yang diciptakan dengan sesempurnanya penciptaan, ada kelebihan ada pula kekurangannya.

Lalu apa hubungannya dengan matahari?
Matahari juga begitu, matahari merupakan benda yang punya kelebihan dan kekurangan. Meskipun tidak sesempurna manusia yang diciptakan Allah dengan akalnya, matahari mampu membuat bumi menjadi indah seperti ini, sinarnya mampu menumbuhkan benih - benih tumbuhan. Hangatnya mampu membuat angin bergerak, dan masih banyak kemampuan - kemampuan [kelebihan] yang ia miliki. Namun matahari juga punya kekurangan, dia tidak punya akal seperti kita manusia, dia tidak punya tangan seperti kita yang bisa kita gunakan untuk update status di facebook [eh] dan lain sebagainya. Matahari tahu bahwa ia diciptakan tanpa sia - sia di muka bumi ini. Oleh karena itu matahari tidak pernah sekalipun menyombongkan diri dengan kelebihannya dan tidak pula rendah diri dengan kekurangan - kekurangannya. 
[Dalam suatu riwayat, diriwayatkan bahwa saat sesaat penciptaan manusia, semua ciptaan Allah yang diciptakan terlebih dahulu termasuk matahari tunduk kepada manusia atas perintah Allah kecuali satu makhluk, yaitu iblis. Iblis menyombongkan dirinya seraya berkata yang kira kira gini dalam bahasa Indonesia "Wahai Allah Tuhanku, buat apa aku hormat kepadanya? Aku dari api, sedang ia dari tanah"]]

"Sesungguhnya kalian adalah mentari, memberikan kehangatan bagi yang membutuhkan"

foto diatas diambil di Semboro,  "Bersepeda Santai Sore Hari"