"TULIP YANG BERSEMI"
#Ilustrasi
memiliki impian dan cita - cita itu asyik. Terlebih lagi jika impian tersebut terwujud.
memiliki impian dan cita - cita itu asyik. Terlebih lagi jika impian tersebut terwujud.
hmmmmm,
pasti kawan - kawan kita banyak yang bilang
begini :
Si X : Ehm , Ehm, lapar!
[bilangnya sambil nglirik kita, colak colek pula]
Lain Si X, Lain pula Si Y :
Si Y : Eh, Selamat ya atas kesuksesannya.Seneng deh punya temen kaya kamu. Apalagi......hhe, ehem!
[sambil mringis dan tatapan penuh harapan].
Yah begitulah kira - kira hidup yang bakalan kita jalani saat mimpi dan cita - cita kita terpenuhi kelak. Asyik bukan? [hahaha]
Teman - Teman di 'kampus perdjoeangan' sering bilang, "bermimpilah, mumpung bermimpi itu gratis". Benar memang perkataan itu, siapa coba yang g percaya? Awalnya sih g percaya boleh laaah.
Tapi jangan sampai meragukan kalimat bercetak miring barusan itu ya :). Rugi loh.... Kecuali teman - teman saya bilang gini, "Parkirlah, mumpung parkirnya gratis". Saya juga jelas - jelas meragukan pernyataan tersebut. Bagaimana tidak, di Indomaret aja yang ada tulisan begini : "PARKIR GRATIS", itu aja saya harus menyiapkan uang receh Rp 2000, - untuk "penjaga motor dadakan". [heyaa]
#Memaknai Mimpi
Orang yang menjalani kehidupannya secara biasa - biasa maka akan mendapatkan hal yang biasa pula. Biasanya siklus orang yang hidup seperti ini ya gini :
Anaknya Pun begitu, siklus hidupnya. Bahkan mungkin sampai cucu - cucunya kelak. Kalo ditarik silsilah ke atas lagi, mungkin buyut - buyut dia juga begitu mungkin yaa? :D [eh]
Beda dengan yang orang satu ini, dia punya visi [mimpi/cita - cita ke depan] :
orang yang seperti bakalan menjalani berbagai tantangan, batu ganjalan, bahkan tidak jarang mengalami kegagalan dalam usaha - usaha yang dilakukannya. Namun semua itu bakal jadi 'bingkai cerita' yang menarik untuk [setidaknya diceritakan buat anak cucu kelak] dan bahkan jika mungkin dapat memberikan inspirasi bagi banyak orang di sekitarnya.
Orang yang seperti itu bakal lebih besar berkesempatan untuk menjadi sebaik - baiknya orang.
Islam sendiri sudah mengingatkan kita , menyadarkan kita bahwa "Sebaik - baik manusia adalah yang paling {banyak} bermanfaat bagi sesamanya" [Al Hadist].
Di sini, cita - cita [mimpi] mempunyai semangat tersendiri. Dimana mimpi menjadi 'palang penunjuk arah' bagi kehidupannya.
Mimpi akan membuat seseorang lebih bergairah dalam menyongsong kehidupan. Mimpi pula membuat seseorang akan lebih menyadari bahwa ada sesuatu yang harus ia capai sebelum 'meniggalkan' dunia fana ini.
Tentunya mimpi tersebut adalah mimpi yang baik, yang membuat kita berkembang dengan baik, dan mengembangkan orang lain dengan baik pula. Jangan punya mimpi "Jadi Koruptor kelas Kakap" yah! :D
Bagi saya, mahasiswa, mempunyai mimpi tentu sangatlah penting. Dimana mimpi ini menjadi "cambukan" saat saya malas, "celetukan" saat saya [hampir] terjerumus pada kesombongan, dan "gula" saat saya merasakan pahitnya kehidupan.
Dalam lingkup dunia kemahasiswaan [kaya BAAK di ITS aja -_-], mimpi terbesar bagi para mahasiswa adalah punya IPK[Indeks Prestasi Kumulatif] yang tinggi, Bahkan kalo bisa 4.01 sekalian. :D
Ya Wajarlah....., kalo mimpinya bukan IPK tertinggi pasti lah bukan mahasiswa!
Sing nggenah ae, Lah ya masak mahasiswa punya impian nilai UN terbaik seluruh kampus!???
Bagi saya pun demikian, saya punya impian IPK tertinggi di [minimal angkatan] kampus saya. Namun kenyataan demikian, IPK saya stabil main nol koma di atas 3!
Namun semua itu patut disyukuri. :)
G boleh g syukur! Udah hidup, makan, ngirup udara, lirik sini sana gratis , sungguh kebangeten kalo g syukur! :D
Saya mempunyai mimpi lain yang jauh lebih besar selain IPK tersebut, salah satunya dengan melanjutkan studi di luar negeri, kalo G negeri sakura ya negeri kincir angin.
Doakan yaa teman - teman [:')]
Namun semua itu patut disyukuri. :)
G boleh g syukur! Udah hidup, makan, ngirup udara, lirik sini sana gratis , sungguh kebangeten kalo g syukur! :D
Saya mempunyai mimpi lain yang jauh lebih besar selain IPK tersebut, salah satunya dengan melanjutkan studi di luar negeri, kalo G negeri sakura ya negeri kincir angin.
Doakan yaa teman - teman [:')]
Lalu mengapa kok melanjutkan studi ke sana? G CINTA PRODUK PRODUK INDONESIA YA? >:0. Dengan segala kerendahan hati saya ingin belajar ke sana untuk 'mencuri' ilmu dari negara yang telah menjajah negeri kita dulu. Dan mengembalikannya ke negeri Indonesia kita tercinta :). Biar kita lebih sukses daripada mereka, mengembangkan masyarakat Indonesia kita supaya seperti mereka yang notabene bukan Islam namun kepribadiannya Islam.
"merdu suara terbawa kesini
melihat Anda sedang di taman.
sungguh senang hati ini
melihat tulip bermekaran."
Amsterdam - 2014



Tidak ada komentar:
Posting Komentar